Ditulis oleh Chaka Priambudi

12 Januari 2025 adalah salah satu hari bersejarah dimana Lantun Orchestra membuka tahun yang baru dengan gig super fun dan cukup menantang, karena kami diminta untuk tampil dalam format 30 pcs orchestra di assembly hall JCC.
Ide membuat konsep orkestra dengan bunyi khas melayu-nusantara ini pertama kali diutarakan oleh Mia Tandjung pada saya sekitar 3 bulan lalu, Saat itu Mia ingin pernikahan adiknya menjadi spesial dengan sajian playlist musik yang unik. Maka itu saya coba mendengarkan apa yang jadi aspirasi beliau, sampai saya mendapat gambaran formasi ensemble yang dapat memenuhi palet bunyi yang dimaksud.
Pernikahan Sekar Tandjung dan Erlangga Marthanegara Bapak Akbar Tanjdung menjadi wali nikah dan disaksikan oleh presiden RI ke 8 Prabowo Subianto dan Presiden RI ke 7 Joko Widodo.
Pada prosesi masuk menuju meja akad nikah kami memainkan lagu Bunga Tanjung, dan setelah akad kami mainkan lagu Seroja untuk mengiringi ke pelaminan.


Tidak berhenti sampai pemilihan lagu, bahkan Mia juga menata tema warna, style kostum untuk semua pemusik dan penyanyi.


Trio Arta, Gita, Tata ini sebetulnya spontan saja dibentuk karena pada Show malam hari set , lucunya nama panggilan mereka bertiga ujungnya “Ta” . Pada playlist terdapat lagu-lagu yang saya rasa cocok untuk dibawakan trio ini, dan firasat saya benar adanya, mereka bertiga langsung ngeblend, padahal mereka bertiga memiliki timbre yang sangat berbeda satu sama lain. Mereka membawakan beberapa medley dari Sumatera dan masing-masing juga menjadi solis.

Gig ini berbeda, karena biasanya saya main bass namun kali ini saya bertindak sebagai conductor
Ibu Produser Mia Tandjung menyanyikan lagu asal Sumatera barat, Sansaro.
Kolaborasi dengan Aimee Saras adalah ide Mia, setelah menyusun jadwal temu dengan manager Aimee, akhirnya bulan desember saya bisa melakukan rehearsal di studio. untuk melatih beberapa lagu pesanan Mia
Pilihan lagu yang dibawakan oleh Aimee Saras dirancang untuk dibawakan pada sesi pagi beberapa diantaranya adalah Lagu Putih (Guruh Soekarno Putra) Ayam den lapeh, Bengawan Solo.
Untuk pesta ini saya sengaja menciptakan lagu khusus berjudul Sekar yang dirilis awal tahun ini dan ditampilkan secara langsung pertama kali pada 12 Januari tersebut. Lagu ini juga dapat didengarkan di berbagai digital streaming platform.
Beberapa hari sebelum acara, Sekar sempat merequest lagu Koyo Jogja Istimewa (Ndarboy genk) dan Tobelo (Yopie Latul) . Dari WO juga menambahkan bahwa ada permintaan juga dari Ibu Nina yaitu Yale-Yale dan Beras kuning lagu melayu asal kalimantan timur yang kami bawakan instrumental pada sesi malam hari.
WO: Tiara Djosodirjo associate
Decoration: Stupa Caspea
Personil
- Chicha
- Achi Hardjakusumah
- Savira Maghfirlana
- Yosephine
- Laura
- Anton
- Agung
- Dika
- Risha
- Natasha
- Fariz
- Billy
Horn
Woodwind
Rhythm Section
- Jeane Phialsa
- Sheila
- Danto
- Mikail
- Cucu
- Kabul
- Edward






