Sebetulnya saya sudah lama menantikan ini, dapat memberikan layanan jingle untuk usaha UMKM berupa jingle.
Dari kecil kita pasti hafal beberapa jingle di TV maupun radio, kita hafal karena nadanya yang catchy, suara talnet voice overnya, alat musik yang digunakan , bahkan hafal slogan-slogannya. selain berfungsi sebagai media jualan, jingle tersebut akhirnya menjadi trend di kalangan masyarakat.
Sayangnya belum banyak usaha UMKM yang memikirkan pentingnya produk mereka diberi merk usaha, atau bahkan lebih jauh lagi berupa jingle.
Saya ingin pada pedagang makanan tradisional mengubah pola pikir mereka dari sekedar jualan, menjadi sebuah bisnis yang bisa diingat di masa depan. misalnya di dekat rumah saya ada penjual mie ayam yang enak dan legendaris, saking enaknya beberapa pelanggan lama rela datang dari luar negeri sekadar melepas rindu masakannya. namun owner mie ayam itu masih bertahan dengan pemikiran lama “saya begini saja laku kok, buat apa bikin ini itu” itu betul namun perlu diingat sejak ada internet maka jaman berubah, seperti kita tahu bisnis franchise besar sekalipun kini menciptakan produk secondline karena melirik market besar pedagang kaki lima, jika tidak dipikirkan strategi untuk survivalnya tentu saja pedagang tradisional ini akan perlahan tersisih dengan bisnis yang lebih terstruktur dan terukur.
Masih ingat dengan fenomena tahu bulat? dengan mobil bak dan seorang abang-abang yang duduk sambil menggoreng? tentu saja semua orang di jakarta pernah melihat dan merasakan daganagn tersebut. pertanyaan saya adalah, apa yang membedakan tahu bulat dengan tahu yang dijual abang gorengan pada umumnya? jawaban pertama pasti karena bentuknya yang bulat, selain itu tahu bulat punya jingle yang ikonik ” tahu bulat dgoreng dadakan lima ratusan gurihnya…”
dari contoh tahu bulat, kita bisa ambil pelajaran bahwa supaya dagangan menarik, produknya harus menarik secara visual, kemudian secara audio tersampaikan dengan jelas rupanya, harganya dan rasanya.
dulu permen nano nano pernah bikin iklan “nano nano, manis asem asin, rame rasanya”
susu murni nasional, melodi yang digunakan sangat mudah diingat dan dinyanyikan, lalu tiap sore penjualnya yang mengayuh sepeda menyetel jingle dengan pengeras suara.
ditulis oleh Chaka Priambudi